RSS

Renungan Hati: Suasana Hati Menjelang Bulan Suci Ramadhan Yang Diberkahi

11 Jul

Bismillahirohmanirahim,

Saudaraku yang budiman dan ana cintai karena Alloh Aza Wajal, Sudah beberapa lama ana tidak posting mengenai artikel bersih diri dan motivasi semoga di ahkir bulan sya’ban ini kita disampaikan beberapa hari lagi menuju bulan yang penuh berkah, yang denganya Allohu aza Wajal menghendaki kebaikan pada kaum muslimin untuk dikaruniai berlimpah berkah dan keutamaan-keutamaan dibulan tersebut

Saudaraku yang budiman, pada tulisan kali ini kita akan mengkonsentrasikan hati ini untuk merenung sejenak sambil memuja-muji Allohu Aza Wajal dengan ringanya ucapan lisan dan beratnya timbangan kalimat thoyibah( kalimat yang diajarkan Alloh) untuk memersiapkan diri ini menuju hakikat yang akan dicapai pada bulan Ramadhan yang penuh berkah tersebut, yang tidak setiap diri dikehendaki bertemu dengan bulan yang berkah ini, yang tak setiap diri bisa memahami hakikat dari bulan yang kita bahas ini, dan yang tak setiap diri merasa gembira dan merindukan bulan yang berkah ini, betapa benar sesungguhnya barang siapa yang disesatkan Alloh tiada yang bisa memahamkan apa arti keberkahan dalam bulan yang mulia ini, dan barokallohufiekum Alloh menghendaki kepada hamba yang merindukanya sebagai suatu kenikmatan yang tak bisa dirasakan oleh hati-hati los pecinta kedunyaan atau hati- hati yang lalai untuk merenung menghitung diri, atau mungkin hati-hati yang dirundung kesibukan dan kegalauan karena kecintaan selain Allohu aza Wajal.

Allohu Aza Wajal Memberi peringatan yang peringatan itu hanya bermanfaat hanya bagi kaum mukminin dan inilah kita sedang mengingatnya:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Qs.Al Hasyr 18)

Dimana perenungan dan perhatian ini tiada bermanfaat kecuali memperhatikan sebaik baik bekal yaitu keyakinan dan amal shalih yang semua berdasar pada ketaatan kepada-Nya dan Itiba’ Kepada RosulNya, Sebagaimana Firman-Nya:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِي يَا أُوْلِي الأَلْبَابِ

Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. Albaqarah 197

Saudaraku yang budiman,

Hendaklah setiap diri merenung, dan hendaklah setiap diri menghisab, hendaklah setiap diri menimbang serta meneliti dengan kesadaran yang penuh , meneliti dengan kekhusyukan yang tak ada campur aduk dengan riuhnya gejolak jiwa karena terpaku kepada dunia yang sering menipu setiap mahkluk. akan tetapi kekusyukan yang kami maksud ini begitu gamblang bak melihat dengan penglihatan disiang bolong dengan penglihatan bashiroh bahwa Allohu aza wajal sedang mengawasi dari setiap gemuruh hati kita, dari setiap gerak lisan kita, dan dari setiap tingkah anasir tubuh kita.

Hati kita mememdam berbagai gejolak, lisan kita mengkekang dari berbagai teriak dan tubuh kita berlahan tenang dari berbagai gerak, yang kesemuanya itu karena ketaatan dan fahamnya diri ini akan kekurangan dan bangkrutnya modal untuk bekal menuju kubur kita, yang disana kita hanya berteman kain putih yang akan rusak, disana yang hanya akan tinggal dipembaringan berukuran sempit menghimpit, semua berbaring kaku tiada daya sedikitpun yang bisa menghantarkan kepada Rumah megah duniamu, Tiada daya sedikitpun untuk menghantarkan pada Mobil mewah tungganganmu, apa lagi kepada tempat tidur empukmu. Semua akan sempitkan sebagaimana amalnya dan semua akan diluaskan sebagaimana amalnya.

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,

Sampai kamu masuk ke dalam kubur,

Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),

dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui,

Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin (Qs. Attakaasur 1-5)

Saudaraku yang budiman,

Marilah kita menghitung dan terus menghitung sembari menegaskan pada jiwa dan jasmanimu untuk memahami bahwa sesungguhnya Alloh selalu mengawasi dari gerak setiap diri. maka inilah yang dijelaskan oleh para pendahulumu ( Salaf ) dengan perkataan “Muhasabah” dan Perkataan “Muroqobah” yang keduanya merupakan perwujudan dari pertanyaan Jibril tentang “Ihksan” yang tak sembarang insan bisa terkiaskan dengan pemahamanya kecuali dengan penjelasanya yang terang dari Tauladan tercinta dengan sabdanya :

قال : فأخبرني عن الإحسان , قال ” أن تعبد الله كأنك تراه , فإن لم تكن تراه فإنه يراك “

Beritahukan kepadaku tentang Ihsan” Rasulullah menjawab,”Engkau beribadah kepada Alloh seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu”

Semoga Allohu Aza Wajal menjadikan kita semua hamba yang senantiasa Muhasabah Diri dan Muroqobah disetiap perjalanan musafir ini, sehingga tingkat ketakwaan akan kita capai dengan pertolongan dari-Nya dan hakikat tujuan bulan ramadhan akan kita raih denganya. Insyalloh, Allohua’lam bishowab.

Abu Amin Alanshariy,

Maroji’ Kitab Tafsir Assadiy, Syarah Arba’in Nawawy

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 11, 2012 in Uncategorized

 

assalamulaikum jika anda sudah membaca artikel saya silakan tinggalkan komentar anda tentang tulisan saya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: